333 Penghargaan dan Prestasi



Ruang Satu 

Senin (4/12) ini, kota kita akan mendapatkan penghargaan lagi. Kota kita dijadwalkan mendapat penghargaan top digital dari itworks.id. Tahun lalu kita juga berhasil mendapat penghargaan top digital seperti ini. Tahun ini ada peningkatan. Dari Kota Madiun mendapat tiga penghargaan sekaligus. Yakni, penghargaan untuk daerah, kepada saya, dan juga untuk kepada kepala OPD (organisasi perangkat daerah) terkait. Selain itu, Senin ini, rencananya kota kita juga mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terkait urusan statistik. Tepatnya penghargaan terkait Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS). Artinya, ada empat tambahan penghargaan lagi. Data yang dilaporkan, sejauh ini ada 326 penghargaan dan prestasi. Di tambah empat ini, berarti menjadi 330 penghargaan dan prestasi. 

Penghargaan dan prestasi yang diraih kota kita masih akan bertambah lagi. Sejumlah undangan untuk menghadiri penganugerahan penghargaan sudah masuk di meja saya. Setelah kegiatan top digital itu, rencananya juga ada penghargaan dari Komisi Informasi (KI) Jawa Timur. Ya, kota kita memang cukup sering mendapat penghargaan dari KI Jatim tersebut. Urusan keterbukaan informasi di kota kita memang dapat dikatakan baik. Itu dibuktikan dengan selalu diraihnya penghargaan dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur terkait urusan keterbukaan informasi di tiga tahun terakhir. Artinya, kota kita akan mendapatkan penghargaan kali keempat tahun ini. 

Kota kita pernah mengdapatkan penghargaan Badan Publik Layanan Permohonan Informasi Terbaik dan Penghargaan Badan Publik Informatif kategori Pemerintah Kota/Kabupaten dari Komisi Informasi Jawa Timur pada 2022 lalu. Kota Madiun mendapatkan nilai 99,25 untuk badan publik informatif tersebut. Nilai itu yang tertinggi di Jawa Timur. Pada tahun sebelumnya, kota kita juga mendapat penghargaan serupa. Sedang, di 2020 Kota Madiun mendapat penghargaan Penyedia Layanan Informasi Terbaik. Artinya dari 2020 silam, kota kita selalu mendapatkan penghargaan dari KI Jatim. 

Saya memang menaruh perhatian tersendiri terkait urusan keterbukaan informasi ini. Hal itu bahkan menjadi salah satu dari misi yang saya usung. Yakni, Madiun Kota Terbuka dalam Panca Karya. Saya memang sangat mengedepankan keterbukaan informasi untuk masyarakat. Keterbukaan informasi ini penting karena juga untuk menjaring aspirasi dari masyarakat. Itu mengapa kebijakan yang saya ambil juga mengena langsung kepada masyarakat. 

Setelah itu, kota kita juga akan mendapatkan penghargaan terkait smart city. Jadwalnya pada 7 Desember mendatang. Kota kita mendapatkan dua dimensi smart city sekaligus. Yakni, dimensi smart living dan dimensi smart environment. Artinya, ada tiga tambahan penghargaan lagi. Totalnya tepat 333 penghargaan dan prestasi. Entah sebuah kebetulan atau bukan. Yang jelas begitu data yang disodorkan. Tetapi, saya ingin lebih. 333 itu harus ada plusnya. Entah itu penghargaan dan prestasi lain atau beragam bentuk apresiasi. Kota kita memang tidak hanya banyak mendapat prestasi. Tetapi juga banyak yang memberikan apresiasi. 

Baik yang bermunculan di internet maupun apresiasi yang disampaikan secara langsung. Kota kita memang banyak dikunjungi tamu dari daerah lain. Mereka yang datang biasanya memberikan pujian. Tidak sedikit yang datang karena ingin belajar. Ya, raihan penghargaan dan prestasi yang kota kita dapatkan menjadi alasannya. Selain itu, juga menjadi jujukan kunjungan tamu penting. Terbaru ada perwakilan dari Google for Education se-tanah air yang datang ke kota kita, Rabu (29/11) lalu. Ada 20 orang perwakilan. Kunjungan ini memang berkaitan dengan predikat Sekolah Rujukan Google (SRG) di daerah kita. Saya memang mendorong tiga sekolah menjadi pilot project untuk SRG tersebut. Yakni, SMPN 3, SMPN 13, dan SMPN 1 Kota Madiun. Satu di antaranya sudah mendapatkan predikat kandidat SRG tersebut. Yaitu, SMPN 13 Kota Madiun. Penyerahan plakatnya, bersamaan kunjungan ke tiga sekolah tersebut. 

Ini merupakan langkah awal yang manis. Menjadi SRG memang tidak mudah. Di tanah air saja, baru ada lima sekolah yang berhasil mendapatkan predikat SRG tersebut. Kelimanya merupakan sekolah swasta. Nah, tiga sekolah di kota kita berpeluang menjadi SRG pertama di tanah air dengan status sekolah negeri. Artinya, sekolah di kota kita sudah sama dengan sekolah-sekolah di luar negeri. Mereka juga mengejar status SRG tersebut. Saya sebenarnya dijadwalkan ke Australia pekan ini. Salah satu agendanya, mengunjungi SRG di negeri kanguru tersebut. Kita bandingkan seperti apa SRG di luar negeri. Namun, jadwalnya mundur.

Saya optimis tiga sekolah yang kita dorong tadi bisa meraih predikat SRG tersebut. Salah satunya, karena anak-anak sudah kita bekali chromebook. Ada sebanyak 9.400 unit chromebook. Jumlah tersebut juga tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Kota kita memang cukup sering mencatatkan rekor MURI. Di era kepemimpinan saya saja, setidaknya ada tiga rekor terukir. Mulai rekor MURI pemasangan sambung tuwuh prosesi pernikahan adat terbanyak pada 2022, rekor MURI pembangunan jalan atau pavingisasi serentak di lokasi terbanyak dengan total panjang 46 ribu meter juga pada 2022. Serta, rekor MURI untuk pemrakarsa dan penyelanggara pembagian laptop chromebook terbanyak. Yakni, 9.400 unit pada 2023. 

Kenapa rekor MURI ini penting? Rekor MURI bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi bisa menjadi pembuktian. Saya bisa saja berbicara yang bagus-bagus tentang kota kita ini. Tetapi mana mungkin orang akan percaya. Dengan hadirnya rekor-rekor MURI yang ada Pencatatan resminya, kemudian juga dengan piagam penghargaan dan piala prestasi bisa menjadi bukti nyata kerja keras kita bersama. Bisa menjadi bukti sudah banyaknya perubahan yang terjadi di kota kita. Kota Madiun baik bukan hanya omong kosong belaka. Tetapi benar adanya dan ada buktinya. 

Seperti halnya program laptop dan chromebook tadi. Bisa saja orang di luar sana tidak percaya kalau kota kita sudah memberikan hampir ribuan laptop dan chromebook kepada siswa dan guru. Ini bukan hanya cerita bohong. Ini benar adanya. Bahkan tercatat dalam rekor MURI. Saya memang memberikan perhatian lebih urusan pendidikan. Selain sarana laptop, juga kita dukung dengan akses internet. Ada tiga ribu lebih titik WiFi gratis di kota ini. Mulai di kelas hingga poskamling. Itu bisa mendukung kegiatan belajar-mengajar era digitalisasi seperti sekarang ini. Peningkatan SDM ini penting untuk merebut Indonesia generasi emas di 2045 mendatang. 

Raihan penghargaan dan prestasi ini memang bisa menjadi kebanggaan tersendiri. Juga bisa menjadi bukti nyata kerja keras kita bersama. Tetapi yang terpenting, bagaimana masyarakat bisa mendapatkan banyak manfaat dari beragam penghargaan dan prestasi yang telah kota kita dapatkan ini. 


Penulis adalah Wali Kota Madiun, Dr. Drs. H. Maidi, SH, MM, M.Pd